Penyakit ditularkan melalui binatang

Penyakit ditularkan melalui binatang

Penyakit ditularkan melalu binatang kemanusia atau sebalikny dari manusia kebinatang disebut dengan zoonosis. Zoonosis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit (endoparasit atau ektoparasit), serta oleh jamur. Lebih dari 34 jenis penyakit menular yang dikategorikan zoonosis telah diidentifikasi oleh ahli penyakit hewan. Penyakit zoonosis dapat ditularkan oleh hewan domestik (yang telah dijinakkan dan dikembangbiakkan sebagai hewan ternak atau hewan piaraan) dan oleh satwa liar. Kasus terbaru yang menghebohkan adalah avian influenza, yang dugaan sementara penyebarannya melalui unggas.

Pada beberapa kasus, penyakit zoonosis ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan pada kasus lain dapat dijumpai penularan melalui air minum yang mengandung telur dari parasit yang zoonosis--biasanya pada kasus yang berhubungan dengan cacing pita (taeniasis). Cara penularan yang lain dapat melalui vektor insekta (serangga), contohnya melalui tungau (flea) atau kutu (tick) yang termakan oleh hewan yang terinfeksi kemudian termakan oleh manusia. Pada prosesnya, serangga tersebut mentransfer organisme infeksius. Pada kesempatan kali ini kami menyajikan beberapa contoh penyakit ditularkan oleh binatang. Kami sajikan penyakit yang sering ditemukan.

Rabies

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama anjing, kucing, dan kera.

Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi. Hewan ini menularkan infeksi kepada hewan lainnya atau manusia melalui gigitan dan kadang melalui jilatan. Virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke medulla spinalis dan otak, yang merupakan tempat mereka berkembang biak. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur.

Banyak hewan yang bisa menularkan rabies kepada manusia. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies adalah anjing; hewan lainnya yang juga bisa menjadi sumber penularan rabies adalah kucing, kelelawar, rakun, sigung, dan rubah. Meskipun sangat jarang terjadi, rabies bisa ditularkan melalui penghirupan udara yang tercemar. Telah dilaporkan 2 kasus yang terjadi pada penjelajah yang menghirup udara di dalam goa yang terdapat banyak kelelawar. Rabies tersebar luas diseluruh dunia kecuali Australia dan Inggris.Penyebaran rabies sangat tergantung pada pertumbuhan vurus dalam kelanjar ludah hewan yang terinfeksi

Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi, tetapi masa inkubasinya bervariasi dari 10 hari sampai lebih dari 1 tahun. Masa inkubasi biasanya paling pendek pada orang yang digigit pada kepala, tempat yang tertutup celana pendek, atau bila gigitan terdapat di banyak tempat. Pada 20% penderita, rabies dimulai dengan kelumpuhan pada tungkai bawah yang menjalar ke seluruh tubuh. Tetapi penyakit ini biasanya dimulai dengan periode yang pendek dari depresi mental, keresahan, tidak enak badan dan demam. Keresahan akan meningkat menjadi kegembiraan yang tak terkendali dan penderita akan mengeluarkan air liur. Kejang otot tenggorokan dan pita suara bisa menyebankan rasa sakit luar biasa. Kejang ini terjadi akibat adanya gangguan daerah otak yang mengatur proses menelan dan pernafasan. Oleh karena itu penderita rabies tidak dapat minum. Karena hal inilah, maka penyakit ini kadang-kadang juga disebut hidrofobia (takut air).

Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera setelah terjangkit. Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan kapada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu : Dokter hewan, Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi, Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang rabies pada anjing banyak ditemukan dan Para penjelajah gua kelelawar.

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis (tokso) adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit hidup dalam organisme hidup lain (induknya) dan mengambil semua nutrisi dari induknya. Parasit tokso sangat umum pada tinja kucing, daging mentah, sayuran mentah dan tanah. Parasit tersebut dapat masuk ke tubuh waktu kita menghirup debu.Hingga 50 persen penduduk terinfeksi tokso. Sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat mencegah agar tokso tidak mengakibatkan penyakit ini. Tokso tampaknya tidak menular dari orang ke orang. Penyakit yang paling umum diakibatkan tokso adalah infeksi pada otak (ensefalitis). Tokso juga dapat menginfeksikan kulit,kelenjar getah bening,jantung,paru,mata. Tokso dapat menyebabkan koma dan kematian.

Toksoplasmosis tersebar seluruh dunia,yang menyerang manusia dan berbagai jenis hewan,baik mamalia,maupun ungas.Kucing merupakan sumber infeksi utama bagi manusia. Penularan pada manusia dapat terjadi melalui dapatan atau secara kongenital dari ibu ke bayi yang dikandungya. Secara dapatan penularan melalui makanan mentah atau kurang masak seperti daging sapi,susu sapi atau telor unggas.

Gejala pertama tokso termasuk demam, kekacauan, kepala nyeri, disorientasi, perubahan pada kepribadian, gemetaran.

Pencegahan dengan selalu memasak makanan dan minuman,lingkungan hidup dijaga kebersihannya,terutama dari tinja kucing atau hewan lainya serta mengobati penderita dengan baik

Antraks

Penyakit antraks merupakan penyakit zoonosis tersebar luas di seluruh dunia,terutama didaerah tropis dan subtropis. Penyakit akut yang sering fatal ini disebabkan oleh Bacillus anthracis, yang dapat menyerang manusia dan mamalia.

Basil antraks hidup aerobik, yang bila berada di tanah dapat membentuk spora yang tahan terhapad suhu tinggi sinar matahari,tahan terhapad pengeringan dan juga terhadap desinfektan.Spora dapat hidup bertahun-tahun dalam tanah,air,wol,rambut dan kulit. Penyakit ini ditularkan langsung melalui kontak dengan kulit atau lecet atau melalui folikel rambut.Spora yang berada ditanah dapat menginfeksi manusia dengan terletan melalui mulut atau terhirup melalui jalan pernafasan. Penyakit antraks juga ditularkan melalui makan daging mentah atau yang kurang matang dari hewan yang tertular penyakit ini.

Gejalanya ditandai dengan infeksi pada kulit berupa fustula maligna yang kemudian menjadi nekrosis dan kulit berwarna kehitaman. Antraks juga dapat menyebabkan radang pada usus yang ditandai dengan diare darah, yang dapat menimbulkan kematian.

Pencegahan Produk-produk bahan dari hewan yang berasal dari daerah endemik harus disterilkan. Hewan yang sakit antraks harus segera dimusnahkan dengan dibakar.Hewan didaerah wabah harus vaksinasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

sponsor